Jumat, 09 November 2012
masjid agung sunan ampel
Siapa yang tidak kenal dengan Raden Achmad Rachmatulloh atau lebih dikenal sebagai Sunan Ampel, beliau adalah seorang publik figur yang alim dan bijak serta berwibawa dan semakin banyak mendapatkan simpati dari masyarakat diusianya yang masih belia 20 tahun. Dan pada saat kedatangan beliau ke tanah jawa, beliau diberi kepercayaan oleh Raja Majapahit tempat untuk berdakwah dan sebagai tempat tinggalnya yang baru yaitu Ampel Dento (Surabaya).
Masjid merupakan salah satu media dakwah beliau. Dan akhirnya Raden Achmad beserta para pengikutnya membangun sebuah masjid di tahun 1421 M. Masjid tersebut di bangun dengan gaya arsitektur jawa kuno dan nuansa arab islami yang sangat lekat dan dinamai dengan Masjid Ampel. Pada akhirnya di tahun 1481 beliau wafat dan di makamkan disebelah kanan depan masjid Ampel.
Perlu di ketahui bahwa Masjid Ampel merupakan masjid terbesar kedua di Surabaya. Di masjid ini Anda bisa melihat bangunan lima Gapuro (Pintu Gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam.
Dari arah selatan tepatnya di jalan Sasak terdapat Gapuro bernama Gapuro Munggah, dimana Anda akan menikmati suasana perkampungan yang mirip dengan pasar Seng di Masjidil Haram Makkah. Menggambarkan bahwa seorang muslim wajib naik haji jika mampu.
Masjid Sunan Ampel Surabaya (didalam)
Setelah melewati lorong perkampungan yang menjadi kawasan pertokoan yang menyediakan segala kebutuhan mulai busana muslim, parfum, kurma dan berbagai assesoris orang yang sudah pernah melakukan ibadah haji lengkap tersedia di pasar Gubah (Ampel Suci). Kemudian Anda akan melihat sebuah Gapuro Poso (Puasa) yang terletak di selatan Masjid Sunan Ampel. Kawasan Gapuro Poso ini memberikan suasana pada bulan puasa Ramadhan. Menggambarkan bahwa seorang muslim wajib berpuasa.
Setelah melewati Gapuro Poso, Anda memasuki halaman Masjid. Dari halam ini akan tampak bangun Masjid Induk yang megah dengan menaranya yang menjulang tinggi yang dibangun oleh Sunan Ampel. Yang sampai sekarang masih tetap utuh baik menara maupun tiang penyangganya.
Bagi orang-orang yang ingin bershodaqoh, disediakan tempat yang berada di Gapuro Ngamal. Yang mana dari shodaqoh tersebut digunakan untuk pelestarian dan kebersihan kawasan Masjid dan Makam. Menggambarkan Rukun Islam tentang wajib zakat.
Kemudian tak jauh setelah itu Anda akan melewati Gapuro Madep letaknya persis di sebelah barat Masjid Induk. Disebelah kanan terdapat makam Mbah Shanhaji yang menentukan arah kiblat Masjid Agung Sunan Ampel. Menggambarkan sebagai pelaksanaan sholat menghadap kiblat.
Dan setelah itu Anda akan melihat Gapuro Paneksen untuk masuk ke makam. Ini menggambarkan sebagai syahadat “Bersaksi tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah”.
Setelah melalui ke lima Gapuro (gerbang) tersebut maka dari dapat diambil kesimpulan bahwa Gapuro tersebut menggambarkan Rukun Islam yang jumlahnya lima.
- Syahadat (Gapuro Peneksen) bersaksi tiada Tuhan selain Allah.
- Sholat (Gapuro Madep) melaksanakan sholat menghadap kiblat.
- Zakat (Gapuro Ngamal) menunaikan Zakat/ Shodaqoh bagi yang mampu.
- Puasa (Gapuro Poso) suasana puasa sperti di bulan suci Ramadhan.
- Haji (Gapuro Munggah) melihat nama dan bahasanya serta suasana di Gapuro Munggah. Munggah Haji (Naik Haji).
Masjid Agung Sunan Ampel ini terletak di jalan KH. Mas Mansyur Surabaya Utara, yang sejak kini masih ramai dikunjungi baik masyarakat Surabaya sendiri atau masyarakat luar Surabaya, kebanyakan mereka bertujuan untuk berziarah ke makam Sunan Ampel, tak jarang pula banyak dari mereka yang hanya ingin menghabiskan waktunya di pasar Ampel yang terkenal akan barang-barang dan makanan khas Timur Tengah.
Masjid Agung Sunan Ampel
Jl. KH. Mas Mansyur Surabaya Utara.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar