Rabu, 14 November 2012

tips

*Penjaga di muka gerbang masjid tak segan mengingatkan pengunjung perempuan agar mengenakan kerudung saat memasuki permakaman. Mereka juga menyiapkan kain kerudung untuk dipinjamkan kepada pengunjung, tanpa biaya. *Pelataran makam yang ditutup konblok yang dibagi dua dengan batas pagar besi. Satu untuk peziarah laki-laki dan satu lagi untuk perempuan. *Masyarakat yang berkunjung ke Masjid Ampel dan berziarah ke makam Sunan Ampel biasanya setiap Kamis malam Jumat Legi.

transportasi

Kota Surabaya merupakan kota besar yang menyediakan penerbangan langsung dari berbagai kota seperti Jakarta, Bali, Banjarmasin, Yogyakaerta, Manado, Lombok, Singapura dan Kuala Lumpur. Anda pun dapat menggunakan kerata api dari kota-kota besar di Pulau Jawa langsung ke Stasiun Kereta Api Surabaya Gubeng. Bus juga tersedia ke terminal Purabaya. Masjid Ampel terletak di jantung kampung Arab. Tepat di sebelah utara Jalan Nyamplungan dan tepat di belokan kiri kedua Jalan Sasak. Keramaian tukang becak yang setia mengantar para peziarah akan mudah dijumpai di sepanjang jalan menuju masjid. Untuk menuju ke sini Anda dapat menggunakan taxi, kendaraan umum, atau sewaan. Setibanya di kawasan Ampel maka Anda akan temukan jalan kecil di Kampung Arab sebagai jalur masuk ke Masjid Sunan Ampel. Dari Jalan Nyamplungan yang merupakan jalan raya, perjalanan berlanjut dengan berjalan kaki menelusuri gang kecil, Jalan Ampel Kembang. Lebarnya tak lebih dari 3 meter dan membelah permukiman padat penduduk. Jalan ini berujung di Jalan Ampel Suci, sebuah lorong beratap seperti pasar yang menjual berbagai keperluan ibadah dan asesorisnya.

berbelanja

Memasuki gapura Jalan Ampel Suci masuk ke areal masjid, Anda akan disambut dengan para pedagang kaki lima di kedua sisi jalan tertutup yang menjajakan beraneka barang seperti parfum, sarung, peci, baju-baju gamis, tasbih, kopiah, sampai aksesori, parfum, bahkan air zamzam dari Arab, serta berbagai perlengkapan ibadah umat muslim lainnya. Ada juga berbagai makanan khas Ampel seperti kue ebi hingga gulai arab.

kuliner

Nuansa serba Islami sangat kental di kompleks Masjid Ampel. Dari pintu gerbang terluar hingga kawasan sekeliling masjid terdapat pedagang yang menjajakan berbagai makanan ala Arab seperti kurma, nasi kebuli, hingga kue maryam. Anda akan mudah menjumpai makanan seperti kebab, roti cane, gulai kambing, nasi goreng kambing, roti maryam, nasi briani sampai martabak khas Timur Tengah. Cita rasa makanan kaya dengan bumbu rempah-rempah dan sedikit pedas. Jangan ragu-ragu, cicipilah karena beragam makanan ini nikmat rasanya. Menjelang malam, Anda dapat menemukan aneka jenis makanan yang dijual di tenda kaki lima bersliweran di sepanjang jalan sekitar Masjid Ampel. Ada kebab syawarma, pizza, terang bulan (martabak manis), martabak daging, cenil, nasi bebek, soto madura. Apabila masih kurang memuaskan Anda cicipi saja sate ayam, sate kambing, kambing ov
en, bakso, mie ayam, tahu tek, gule kambing, soto ayam, rujak cingur, roti bakar, aneka jenis seafood, ayam goreng dan bakar, cakwe, es kacang ijo, hingga kikil kambing. Apabila Anda tidak sempat pergi malam maka datang saja pagi harinya, siang, atau sore. Karena masih ada nasi pecel, aneka kue basah, lontong balap, semanggi, soto, rawon, nasi madura, nasi krawu, toko roti yang rasanya enak, sambosa, dan masih banyak lagi kudapan nikmat lainnya.

akomodasi

Untuk Anda yang ingin itikaf selama 10 hari terakhir Ramadhan pengurus mengizinkan untuk tidur di dalam masjid untuk tujuan beribadah bersama. Akan tetapi, apabila Anda ingin menginap di luar kawasan maka beberapa hotel yang dapat dijadikan referensi adalah berikut ini. • Grand Kalimas Jl KH Mas Mansyur 151-153 Phone (62-31) 3541616, 3551047 • Mansyur KH. Mas Mansyur 208 Telp. (031) 3551427 • Mesir KH. Mas Mansyur 165, Telp. (031) 3531356-7 • Kaha KH. Mas Mansyur 121 Telp. (031) 3521703

kegiatan yang bisa dilakukan di Masjid dan Makam Sunan Ampel

Masjid dan makam Sunan Ampel membuat orang yang ingin melakukan shalat di masjid dan berziarah dapat merasa nyaman dan tenang. Suasananya sejuk dan hening terasa harmonis dengan dengungan doa dari puluhan peziarah yang duduk bersila di sekeliling makam. Acara saat haul Sunan Ampel dapat Anda kunjungi antara lain kegiatan pengajian, tahlil, khataman Al Quran, khitanan massal, arak-arakan warga Ampel dari Kampung Margi ke masjid, dan hadrah. Masjid Ampel memiliki Lima Gapuro (Pintu Gerbang) yang merupakan simbol dari Rukun Islam. Apabila Anda masuk dari arah selatan di Jalan Sasak maka akan melewati Gapuro Munggah dan merasakan secara langsung suasana perkampungan berupa lorong pasar yang mirip dengan Pasar Seng di Masjidil Haram Makkah, seakan mengingatkan untuk naik haji jika mampu. Pasar Gubah Ampel Suci adalah kawasan pertokoan yang menyediakan segala kebutuhan, mulai busana muslim, parfum, kurma, makanan, hingga berbagai assesoris besar dan kecil mirip seperti oleh-oleh dari ibadah haji. Puas melihat-lihat di lorong pasar ini kemudian di ujung jalannya Anda akan melihat Gapuro Poso (Puasa) yang terletak di selatan Masjid Sunan Ampel. Setelah melewati Gapura Poso, Anda akan memasuki halaman masjid dan akan tampak bangunan masjid induk yang megah dengan menaranya menjulang tinggi. Masjid Ampel ini sudah 4 kali dipugar, tetapi keaslian bangunan ini yang ditandai dengan ke-16 tiang utamanya denga panjang 17 meter tanpa sambungan, berdiameter 60 centimeter, serta 48 pintu yang tetap dipelihara dan dirawat. Hingga kini tiang penyangga ini masih kokoh, padahal umurnya sudah lebih dari 600 tahun. Menara setinggi lima puluh meter juga menjadi ciri khas masjid ini sebagai tempat agar suara azan bisa terdengar. Kubah berbentuk pendopo Jawa adalah perlambang kejayaan Majapahit yang saat itu juga berperan menyebarkan agama Islam bersama Sunan Ampel. Di dalam masjid Anda sebagai pejiarah dapat menghabiskan waktu dengan salat, berzikir, tadarus, dan bahkan tidak sedikit yang berdoa di samping makam Sunan Ampel. Setelah selesai, perjalanan dapat dilanjutkan menjumpai Gapuro Ngamal yang artinya bershodaqoh atau berderma. Dana yang Anda berikan akan digunakan untuk pelestarian dan kebersihan kawasan masjid dan makam. Tidak jauh dari situ terdapat Gapuro Madep yang terletak di sebelah barat masjid, disana ada makam Mbah Shanhaji (Mbah Bolong). Terakhir, Anda akan melihat Gapuro Paneksen untuk masuk ke makam yang menggambarkan pengakuan memeluk Islam dengan syahadat, "Tiada Tuhan selain Allah dan Nabi Muhammad utusan Allah". Kompleks makam dikelilingi tembok besar setinggi 2,5 meter. Makam Sunan Ampel bersama istri dan lima kerabatnya dipagari baja setinggi 1,5 meter, melingkar seluas 64 meter persegi. Khusus makam Sunan Ampel dikelilingi pasir putih. Hal lain yang dapat menjadi daya tarik adalah terdapat sumur di belakang masjid yang dibuat Sunan Ampel dan pengikutnya. Masyarakat sekitar meyakini dengan meminum air sumur akan membawa berkah tersendiri. Banyak yang meyakini air dari sumur ini memiliki kelebihan seperti air zamzam di Mekkah sehingga banyak masyarakat yang minum dan mengambil untuk kemudian dibawa pulang. Sehari-hari Masjid Ampel hampir tak pernah sepi pengunjung dari dalam dan luar kota, bahkan luar provinsi dan luar pulau. Kegiatan yang ada, selain salat jama’ah 5 waktu secara rutin dan pengajian, juga diramaikan dengan kegiatan belajar mendalami bahasa Arab program non-gelar yang berlokasi di gedung samping timur masjid. Anda melihat suasana kehidupan kampung arab di Masjid Ampel. Yang menarik lagi dari Masjid Ampel adalah, suasana kehidupan para pedagang di sekitarnya yang nyaris seperti suasana di Makkah. Di samping kanan kiri serta muka belakang Masjid Ampel banyak para pedagang yang berjualan makanan ala arab. Mulai dari beragam buah kormanya, nasi kebuli sampai kue roti maryam. Dalam kondisi normal, Masjid Ampel, Surabaya, selalu ramai didatangi pengunjung. Jumlah pengunjung yang datang semakin bertambah saat memasuki bulan Ramadhan. Pesona Masjid Ampel seakan menjadi magnet kuat yang menarik hasrat umat Islam untuk mendatanginya. Keyakinan akan mendapat pahala dan barokah berlipat ganda pada periode tertentu di bulan Ramadhan, memicu luapan pengunjung pada malam tanggal ganjil di penghujung Ramadhan. Jumlah pengunjung pada periode itu bahkan bisa mencapai hingga 15 ribu orang. Untuk membantu umat yang sedang menjalankan ibadah puasa, pengurus Yayasan Masjid Ampel selalu menyiapkan ratusan bungkus makanan takjil. Dana untuk menyediakan takjil itu berasal dari sumbangan dari pengunjung yang datang ke masjid tersebut. Masjid Ampel semakin bernilai dengan hadirnya berbagai legenda di sekitarnya. Salah satu legenda yang oleh sebagian besar orang dipandang sebagai kebenaran, adalah hadirnya sembilan makam milik salah satu santri Sunan Ampel yang bernama Mbah Sholeh. Sembilan makam itu, seluruhnya merupakan makam Mbah Sholeh. Hadirnya sembilan makam itu konon hadir karena Sunan Ampel masih memerlukan teman dalam membangun masjid. Saat Mbah Sholeh meninggal, Sunan Ampel berdoa agar Mbah Sholeh kembali diizinkan untuk membantunya, hingga sembilan kali. Menurut cerita penduduk setempat, Mbah Soleh adalah tukang sapu masjid di masa Sunan Ampel. Mbah Soleh rajin menyapu lantai masjid hingga benar-benar bersih. Saat Mbah Soleh meninggal, suasana masjid kadang terlihat kotor. Tetapi, setiap Sunan Ampel berujar "Bila Mbah Sholeh masih hidup tentulah masjid ini menjadi bersih", tiba-tiba Mbah Sholeh terlihat lagi di ruang pengimanan. Peristiwa “mati-hidup” hingga 9 kali itu terlihat dari 9 makam yang menguburkan jazad Mbah Sholeh di sekitar masjid. Legenda lain adalah sosok Mbah Bolong, yang menurut cerita masyarakat adalah orang yang menunjukkan dengan pasti arah kiblat masjid Ampel dengan tepat ke ke Kabah di Masjidil Haram, Makkah. Caranya cukup unik, yaitu dengan melubangi (mbolongi-Bahasa Jawa) bagian mihrab masjid. Saat lubang itu dilihat yang tampak adalah Masjidil Haram, Makkah. Begitu juga tujuh sumur yang konon digali sendiri oleh Sunan Ampel. Air dari sumur itu dipercaya memiliki khasiat menyembuhkan berbagai menyakit. *Kegiatan Itikaf di Bulan Ramadhan Iktikaf adalah kegiatan ibadah menetap di masjid dengan tujuan mendekatkan diri kepada Allah dilakukan 10 hari terakhir di bulan Ramadan. Di sinilah beberapa orang akan tampak bersila terpekur di tengah ruangan Masjid Ampel, jemari pun mereka memainkan rangkaian tasbih. Sebagian mengistirahatkan punggung dengan bersandar pada dinding bercat putih itu atau tiang kayu masjid. Jamaah lain memilih memejamkan mata sejenak dan merebahkan tubuh meski kemudian harus melawan kantuk, tetapi iktikaf selalu memberikan kenikmatan berbeda dalam Ramadan. Pukul 01.00 keheningan terpecah oleh pengeras suara masjid yang mengumumkan 30 menit lagi akan dilakukan rangkaian salat malam. Orang-oprang pun segera mengambil air wudhu, pukul 01.30, pijar lampu ruang utama masjid pun dipadamkan dan kekhusyukan makin terasa kenikmatannya. Ketika Suara takbir pertanda salat malam dimulai maka suasana kembali hening, membalut kekhusyukan jamaah ketika mendengar ayat suci Al Quran di tiap rakaat salatnya. Kegiatan ini dimulai tengah malam dan berakhir saat sahur yang biasanya berlanjut dengan ibadah salat subuh. Hari-hari mendekati akhir Ramadhan maka jamaah yang ikut semakin bertambah banyak. Untuk melakukan ibadah itikaf di Ampel, Anda tak butuh biaya mahal. Cukup membawa uang untuk transportasi, makan dan minum selama di kawasan Masjid Ampel Surabaya.